Catatan membaca
Ulasan Buku Rihlah Ilmu Imam Asy-Syafi’i
Perjalanan panjang seorang imam dalam mencari ilmu, berguru, dan menghadapi ujian kehidupan.

Saya baru saja selesai membaca buku Rihlah Ilmu Imam Asy-Syafi’i. Hanya diperlukan waktu sekitar satu jam untuk menuntaskannya dari awal hingga akhir. Saya tidak sekadar membaca sekilas, melainkan halaman demi halaman.
Buku karya Islahe Muhammad Yousuf yang diterjemahkan oleh Hairi Dahari ini berukuran kecil, kira-kira sebesar iPad mini, dan hanya terdiri atas 72 halaman. Meskipun ringkas, buku ini membawa pembaca mengikuti perjalanan panjang Imam asy-Syafi’i dalam menuntut ilmu.
Kisahnya dimulai ketika Imam asy-Syafi’i meninggalkan Makkah dan ibundanya pada usia 14 tahun. Perjalanan itu membawanya kepada perjumpaan pertama dengan Imam Malik, pengembaraan mencari guru di Kufah, serta perjalanan ke Bagdad dan sejumlah negeri lainnya. Setelah itu, ia kembali ke Madinah untuk berjumpa kembali dengan Imam Malik, kemudian pulang ke Makkah untuk menemui ibundanya setelah sekian lama berpisah.
Buku ini terdiri atas tujuh bab yang disusun secara kronologis sehingga alur perjalanannya mudah diikuti. Kisahnya disampaikan menggunakan sudut pandang orang pertama. Cara penceritaan tersebut menghadirkan kesan seolah-olah Imam asy-Syafi’i sendiri sedang menceritakan pengalaman hidupnya secara langsung kepada pembaca.
Biografi Singkat Imam asy-Syafi’i
Imam asy-Syafi’i bernama lengkap Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah ﷺ pada garis leluhur dari pihak ayah. Ia lahir di Gaza, Palestina, pada 150 H/767 M, kemudian dibesarkan sebagai anak yatim dalam kemiskinan di Makkah.
Sejak kecil, kecerdasannya sangat menonjol. Ia menghafal Al-Qur’an pada usia tujuh tahun, menghafal al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia sepuluh tahun, dan memperoleh izin berfatwa pada usia 15 tahun dari Muslim bin Khalid az-Zanji. Ia kemudian belajar kepada Imam Malik di Madinah dan Imam Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani di Bagdad.
Di Bagdad, Imam asy-Syafi’i merumuskan mazhab fikihnya yang pertama, yaitu al-Mazhab al-Qadim. Setelah berpindah ke Kairo, dalam waktu sekitar empat tahun ia menyusun mazhab barunya, al-Mazhab al-Jadid, yang diabadikan dalam Kitab al-Umm.
Di antara lebih dari 113 karyanya, ar-Risalah menjadi karya perintis dalam kajian teori dan praktik usul fikih. Ia juga merumuskan prinsip an-Nasikh wa al-Mansukh, memiliki penguasaan luar biasa atas Al-Qur’an, As-Sunnah, dan bahasa Arab, serta turut membuka jalan bagi perkembangan ilmu hadis. Pengaruh keilmuannya menjangkau banyak ulama besar. Majelis pengajiannya di Kairo juga didatangi para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia Islam.
Imam asy-Syafi’i dikenal sebagai sosok yang berilmu, dermawan, sederhana, tekun beribadah, dan rendah hati. Ia pernah menyedekahkan 10.000 dinar dalam satu hari. Ia juga menegaskan bahwa ilmu bukanlah sekadar sesuatu yang dihafal, melainkan sesuatu yang memberikan manfaat.
Ia membagi malamnya menjadi tiga bagian: untuk menulis, mendirikan salat, dan beristirahat. Di antara murid-muridnya terdapat Imam Ahmad bin Hanbal, ar-Rabi’ bin Sulaiman, al-Muzani, dan Dawud bin Khalaf az-Zahiri. Imam asy-Syafi’i terus mengkaji dan mengajarkan hukum-hukum syariat di Kairo hingga wafat pada usia 53 tahun, yaitu pada 204 H/820 M. Ia telah mengabdikan hidupnya bagi Islam dan kemaslahatan umat.
Pesan dari Buku Ini
Meskipun kecil dan tipis, buku ini menawarkan gambaran yang jujur dan manusiawi mengenai perjalanan seseorang yang namanya kemudian menjadi sangat agung di kalangan para penuntut ilmu agama, khususnya di Nusantara, sejak berabad-abad silam hingga hari ini.
Setidaknya, terdapat tiga pesan penting yang saya peroleh dari buku ini.
Menuntut ilmu merupakan perjalanan panjang
Buku ini menceritakan perjalanan panjang Imam asy-Syafi’i dalam mencari dan menghafal ilmu, kemudian mengkaji serta mendiskusikannya bersama para ulama. Perjalanannya menunjukkan bahwa ilmu tidak diperoleh secara instan. Ia membutuhkan waktu, kesungguhan, kesabaran, pengorbanan, dan keberanian meninggalkan kenyamanan.
Menuntut ilmu membutuhkan bimbingan guru
Buku ini menyebutkan sejumlah guru yang menjadi tempat Imam asy-Syafi’i belajar dan bermulazamah. Perjalanan tersebut memperlihatkan pentingnya bimbingan langsung, kedekatan, dan ketekunan belajar bersama seorang guru. Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membantu murid memahami, menguji, dan mengamalkan ilmu dengan benar.
Harta dan kekuasaan dapat menjadi ujian bagi penuntut ilmu
Buku ini menceritakan bagaimana Imam asy-Syafi’i ditawari jabatan sebagai kadi oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Ia juga menerima banyak pemberian harta dari sejumlah orang, termasuk gurunya sendiri, Imam Malik. Tawaran jabatan tersebut ditolaknya dengan halus. Adapun harta yang diterimanya, ia sedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Ketika tiba di rumah, hanya tersisa bagian secukupnya untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan ibundanya pada hari itu.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa ilmu tidak hanya diuji melalui kesulitan dan keterbatasan. Seorang penuntut ilmu juga dapat diuji melalui harta, kedudukan, dan kekuasaan.
Penutup
Rihlah Ilmu Imam Asy-Syafi’i merupakan buku yang singkat, tetapi sarat dengan pelajaran. Buku ini tidak hanya memperkenalkan perjalanan keilmuan seorang imam besar, tetapi juga memperlihatkan harga yang harus dibayar untuk memperoleh ilmu yang mendalam dan bermanfaat.
Buku ini layak dibaca oleh para penuntut ilmu dan siapa saja yang hendak memulai perjalanan panjang dalam belajar. Dari kehidupan Imam asy-Syafi’i, kita diingatkan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar mengumpulkan pengetahuan, melainkan sebuah perjalanan untuk membentuk ketekunan, kerendahan hati, dan kebermanfaatan.
“Ilmu bukanlah sesuatu yang sekadar dihafal. Sebaliknya, ilmu adalah sesuatu yang memberikan manfaat.”

Ruang percakapan
Tinggalkan komentar
Bagikan pandangan atau tanggapan Anda mengenai tulisan ini. Pesan biasa akan langsung ditampilkan. Pesan yang terdeteksi mengandung tautan atau pola spam akan ditinjau terlebih dahulu.
Komentar pembaca
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berbagi pandangan.